MOJOKERTO | Fspkep.id – Gelombang perjuangan buruh dari Jawa Timur kembali mengarah ke Ibu Kota. Sebanyak 150 buruh yang tergabung dalam serikat pekerja PT Pabrik Kertas Indonesia (PT Pakerin) resmi bertolak menuju Jakarta pada Selasa (13/1/2026) malam. Aksi nasional ini dilakukan guna menuntut kepastian hukum dan perlindungan hak-hak pekerja yang dinilai masih terabaikan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, massa aksi mulai memadati titik kumpul di area pabrik PT Pakerin, Mojokerto, sejak pukul 17.00 WIB. Dengan membawa berbagai atribut perjuangan, para buruh tampak mematangkan koordinasi terakhir sebelum menempuh perjalanan panjang lintas provinsi.
Komposisi Massa dan Rute Perjalanan.
Aksi ini melibatkan kekuatan gabungan dari dua sektor utama. Dari total 150 orang yang berangkat, sebanyak 125 orang merupakan buruh sektor metal, sementara 25 orang lainnya berasal dari sektor kehutanan.
Rombongan diberangkatkan menggunakan tiga unit bus pariwisata. Tepat pukul 18.00 WIB, armada bus mulai bergerak meninggalkan area pabrik menuju Jakarta melalui gerbang Tol Mlirip, Mojokerto. Perjalanan ini diprediksi akan memakan waktu sekitar 10 hingga 12 jam sebelum mencapai titik aksi pertama di Jakarta esok hari.
Sasaran Aksi: Tiga Lembaga Negara Strategis
Setibanya di Jakarta, massa tidak hanya menyasar satu titik. Panitia aksi telah menyusun jadwal maraton untuk mendatangi sejumlah lembaga negara yang dianggap memiliki kewenangan krusial terkait sengketa atau permasalahan yang dihadapi buruh PT Pakerin.
Adapun sasaran aksi meliputi:
- Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham)
- Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, dan Imigrasi
- Kantor Pusat Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
Perjuangan kolektif ini membawa misi utama yaitu menuntut keadilan, kepastian hukum, serta perlindungan hak pekerja yang selama ini diperjuangkan di tingkat daerah namun belum membuahkan hasil maksimal.
Persiapan Matang dan Koordinasi Ketat
Demi menjaga efektivitas aksi di tengah cuaca yang tidak menentu, panitia penyelenggara telah menginstruksikan para peserta untuk melengkapi diri dengan kebutuhan logistik pribadi. Selain seragam organisasi, buruh diwajibkan membawa pakaian ganti, obat-obatan, hingga alas tidur.
”Setiap bus sudah didampingi oleh koordinator aksi yang ditunjuk oleh Pimpinan Unit Kerja (PUK).
“Tugas mereka adalah memastikan pendataan personel tetap akurat dan mengatur teknis selama di perjalanan maupun saat orasi berlangsung,” tulis panitia dalam keterangan resminya.
Tak hanya logistik fisik, “senjata” orasi berupa banner dan poster berisi tuntutan serta aspirasi juga telah disiapkan untuk menghiasi jalannya aksi di depan gedung-gedung kementerian nantinya.
Simbol Solidaritas Buruh
Aksi nasional ini dipandang sebagai wujud nyata solidaritas buruh PT Pakerin dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan. Mereka berharap, dengan mendatangi langsung pusat pemerintahan di Jakarta, suara para pekerja dapat didengar langsung oleh para pengambil kebijakan.
Hingga berita ini diturunkan, rombongan dilaporkan tengah melintasi jalur tol Trans Jawa dalam situasi yang kondusif. Aksi massa di Jakarta dijadwalkan akan dimulai pada Rabu (14/1) pagi dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan.
(Alfan)
























Leave a Reply