SIDOARJO, Fspkep.id – Momentum peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167 tahun 2026 menjadi titik balik strategis bagi arah pembangunan daerah.
Mengusung tema besar “Inklusif, Berkelanjutan, Sidoarjo Tangguh”, peringatan tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah manifestasi komitmen untuk membawa Kabupaten Sidoarjo menuju level baru sebagai kawasan metropolitan yang kompetitif.
Tokoh masyarakat sekaligus praktisi kesehatan, dr. Andre Yulius, MH, memberikan catatan penting terkait arah kebijakan pembangunan Sidoarjo di masa depan. Menurutnya, slogan yang diusung tahun ini memiliki kedalaman filosofis yang harus diterjemahkan ke dalam aksi nyata di lapangan.
Dalam keterangannya, dr. Andre menekankan bahwa fokus pembangunan yang selaras dengan tema Harjasida ke-167 adalah keseimbangan antara modernitas kota dan kearifan lokal desa.
Prinsip “Menata Desa, Membangun Kota” menjadi kunci agar kemajuan tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di pusat kota, tetapi menjangkau hingga pelosok desa.
“Inklusivitas berarti tidak ada satu pun warga Sidoarjo yang merasa tertinggal. Kita bicara soal akses kesehatan yang merata, infrastruktur yang ramah bagi disabilitas, hingga peluang ekonomi bagi pelaku UMKM di desa-desa. Pembangunan harus ramah bagi semua kalangan,” ujar dr. Andre.
Tiga Pilar Utama: Inklusif, Berkelanjutan, Tangguh
Lebih lanjut, dr. Andre membedah makna di balik slogan Harjasida ke-167 yang menjadi fondasi visi pembangunan 2026:
Inklusif: Mencerminkan pembangunan yang merata dan merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa diskriminasi.
Berkelanjutan: Menitikberatkan pada wawasan jangka panjang, memastikan bahwa kebijakan hari ini tidak merusak potensi generasi masa depan, baik dari segi lingkungan maupun stabilitas ekonomi.
Tangguh: Membangun mentalitas dan infrastruktur daerah yang kuat dalam menghadapi tantangan global, krisis kesehatan, maupun dinamika ekonomi yang tidak menentu.
Selaras dengan visi tambahan pemerintah daerah, yakni Sidoarjo Metropolitan, Berdaya Saing, dan Sejahtera, dr. Andre Yulius mengapresiasi tagline pendukung seperti “Bangga Sidoarjoku Hebat” dan “Sidoarjo Berkarya”.
Baginya, narasi ini penting untuk membangun kebanggaan kolektif (civic pride) warga Sidoarjo.
“Sidoarjo memiliki posisi geografis yang sangat strategis sebagai penyangga utama Jawa Timur.
Dengan semangat ‘Sidoarjo Berkarya’, kita mendorong produktivitas masyarakat agar mampu bersaing secara global namun tetap memiliki jati diri lokal yang kuat,” tambahnya.
Memasuki usia ke-167, Sidoarjo dihadapkan pada tantangan urbanisasi dan tuntutan layanan publik yang serba digital. dr. Andre mengingatkan bahwa predikat ‘Tangguh’ hanya bisa dicapai melalui kolaborasi lintas sektor. Antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat sipil.
Menutup pesannya, dr. Andre Yulius berharap momentum Harjasda ke-167 ini menjadi pemicu bagi seluruh stakeholder untuk bekerja lebih keras. “Selamat Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-167.
Mari kita wujudkan Sidoarjo yang tidak hanya besar secara infrastruktur, tapi juga besar dalam kesejahteraan rakyatnya. Inklusif dalam merangkul, berkelanjutan dalam berpikir, dan tangguh dalam melangkah.”
(Alfan)






















Leave a Reply