SIDOARJO, Fspkep.id – Desa Gelang, Kecamatan Tulangan, mengubah suasana akhir pekan menjadi momentum refleksi dan perayaan besar melalui gelaran Ruwah Desa yang berlangsung pada Jumat dan Sabtu, 6 dan 7 Februari 2026.
Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Dedy Dwi Nugroho, S.H., perayaan tahun ini mengusung tema besar “Bergerak Serentak Maju Bersama Membangun Desa”.
Tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan panggilan aksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk menyelaraskan langkah demi kemajuan kolektif Desa Gelang di masa depan.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Jumat, 6 Februari 2026, dengan nuansa spiritual yang sangat kental. Sejak pagi hari, suasana tenang menyelimuti Balai Desa saat para hafidz dan warga melaksanakan Khotmil Qur’an.
Memasuki waktu sore hingga malam, kekhidmatan berlanjut melalui ritual Tahlil dan Doa Bersama yang dipanjatkan untuk para sesepuh dan leluhur desa.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Desa Gelang juga menegaskan kepedulian sosialnya melalui penyerahan santunan kepada anak yatim.
Agenda santunan ini menjadi pengingat bahwa keberkahan dan kemajuan desa harus diawali dengan berbagi kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan, sekaligus menjadi wujud nyata dari nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi oleh warga.
Puncak kemeriahan meledak pada Sabtu malam, 7 Februari 2026, saat lapangan desa disulap menjadi panggung budaya yang megah.
Ribuan warga dari berbagai usia berkumpul untuk menyaksikan pagelaran kesenian tradisional Ludruk “Karya Baru”.
Pilihan seni Ludruk ini merupakan langkah strategis dari Dedy Dwi Nugroho, S.H., untuk menghidupkan kembali identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi.
Gelak tawa dari lawakan khas Ludruk dan alur cerita yang sarat pesan moral berhasil menyatukan seluruh warga dalam satu euforia.
Dedy Dwi Nugroho, S.H., menjelaskan bahwa Ruwah Desa kali ini adalah simbol kebangkitan ekonomi dan sosial warga pascapandemi tahun-tahun lalu. Dengan “bergerak serentak”, diharapkan setiap program pembangunan yang direncanakan oleh pemerintah desa mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat.
Melalui perpaduan harmonis antara doa, aksi sosial, dan pelestarian seni budaya, perayaan Ruwah Desa Gelang tahun 2026 ini sukses menjadi pemantik semangat baru bagi seluruh warga untuk bahu-membahu membangun desa yang lebih mandiri, sejahtera, dan bermartabat.Sinergi Ruwah Desa Gelang: Melalui Tradisi, Perkuat Tekad Membangun Desa
SIDOARJO – Desa Gelang, Kecamatan Tulangan, mengubah suasana akhir pekan menjadi momentum refleksi dan perayaan besar melalui gelaran Ruwah Desa yang berlangsung pada Jumat dan Sabtu, 6 dan 7 Februari 2026.
Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Dedy Dwi Nugroho, S.H., perayaan tahun ini mengusung tema besar “Bergerak Serentak Maju Bersama Membangun Desa”.
Tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan panggilan aksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk menyelaraskan langkah demi kemajuan kolektif Desa Gelang di masa depan.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Jumat, 6 Februari 2026, dengan nuansa spiritual yang sangat kental. Sejak pagi hari, suasana tenang menyelimuti Balai Desa saat para hafidz dan warga melaksanakan Khotmil Qur’an.
Memasuki waktu sore hingga malam, kekhidmatan berlanjut melalui ritual Tahlil dan Doa Bersama yang dipanjatkan untuk para sesepuh dan leluhur desa.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Desa Gelang juga menegaskan kepedulian sosialnya melalui penyerahan santunan kepada anak yatim.
Agenda santunan ini menjadi pengingat bahwa keberkahan dan kemajuan desa harus diawali dengan berbagi kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan, sekaligus menjadi wujud nyata dari nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi oleh warga.
Puncak kemeriahan meledak pada Sabtu malam, 7 Februari 2026, saat lapangan desa disulap menjadi panggung budaya yang megah.
Ribuan warga dari berbagai usia berkumpul untuk menyaksikan pagelaran kesenian tradisional Ludruk “Karya Baru”.
Pilihan seni Ludruk ini merupakan langkah strategis dari Dedy Dwi Nugroho, S.H., untuk menghidupkan kembali identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi.
Gelak tawa dari lawakan khas Ludruk dan alur cerita yang sarat pesan moral berhasil menyatukan seluruh warga dalam satu euforia.
Dedy Dwi Nugroho, S.H., menjelaskan bahwa Ruwah Desa kali ini adalah simbol kebangkitan ekonomi dan sosial warga pascapandemi tahun-tahun lalu. Dengan “bergerak serentak”, diharapkan setiap program pembangunan yang direncanakan oleh pemerintah desa mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat.
Melalui perpaduan harmonis antara doa, aksi sosial, dan pelestarian seni budaya, perayaan Ruwah Desa Gelang tahun 2026 ini sukses menjadi pemantik semangat baru bagi seluruh warga untuk bahu-membahu membangun desa yang lebih mandiri, sejahtera, dan bermartabat.
(Alfan)

























Leave a Reply