Jakarta, Fspkep.id | 6 Maret 2026 , Dalam rangka memperingati International Women’s Day (IWD), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar media briefing bertema “Memberi untuk Menerima: Politik Reproduksi Sosial Perempuan untuk Peradaban Bangsa.” Kegiatan ini menegaskan bahwa peran perempuan pekerja tidak hanya berada di ruang kerja formal, tetapi juga dalam kerja-kerja reproduksi sosial yang menopang keberlangsungan masyarakat dan perekonomian.
Dalam diskusi tersebut hadir dua narasumber dari federasi anggota KSPI, yaitu Teh Mundiah dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Endang Wahyuningsih dari Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (FSP KEP). Keduanya merupakan pengurus bidang perempuan di masing-masing federasi serta anggota Dewan Eksekutif Nasional KSPI.
Para narasumber menekankan pentingnya penguatan peran perempuan pekerja sekaligus perlunya kebijakan yang memberikan perlindungan nyata terhadap berbagai tantangan yang mereka hadapi di dunia kerja. Tantangan tersebut meliputi diskriminasi, beban kerja ganda antara pekerjaan domestik dan pekerjaan formal, hingga masih minimnya perlindungan terhadap kekerasan berbasis gender.
Media briefing ini dimoderatori oleh Dimas P. Wardhana, Sekretaris Jenderal KSPI Bidang Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan KSPI (FSP FARKES KSPI) Bidang Hubungan Antar Lembaga. Ia memandu dialog yang menyoroti hubungan erat antara kerja produktif dan kerja reproduksi sosial yang selama ini banyak ditopang oleh perempuan.
Dalam kesempatan tersebut, KSPI kembali menegaskan pentingnya ratifikasi Konvensi ILO 190 oleh pemerintah Indonesia. Konvensi ini dinilai sebagai instrumen penting untuk menghapus segala bentuk kekerasan dan pelecehan di dunia kerja.
KSPI menegaskan bahwa perempuan pekerja berhak atas ruang kerja yang aman, bermartabat, serta bebas dari diskriminasi dan kekerasan. Tanpa perlindungan yang memadai, perempuan akan sulit berpartisipasi secara optimal dalam pembangunan ekonomi dan sosial bangsa.
Peringatan International Women’s Day ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan pekerja merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjuangan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh buruh di Indonesia.
























Leave a Reply