Ikhtiar Langit Karang Taruna dan Warga Kedungwonokerto di Tengah Khidmat Ramadhan

Kedungwonokerto, Sidoarjo | Fspkep.id – Memasuki pertengahan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, geliat spiritualitas pemuda di Desa Kedungwonokerto menampakkan wajah yang penuh khidmat melalui inisiasi positif yang memadukan pelestarian tradisi dengan penguatan ukhuwah islamiyah.

Organisasi Karang Taruna dan warga desa Kedungwonokerto menggelar agenda Safari Ramadhan bertajuk ziarah wali sebagai upaya konkret untuk menghidupkan syiar keagamaan sekaligus merefleksikan nilai-nilai historis penyebaran Islam di tanah Jawa.

Kegiatan yang diikuti oleh puluhan pemuda ini dirancang bukan sekadar sebagai perjalanan wisata religi, melainkan sebagai medium kontemplasi bagi generasi muda untuk memahami filosofi dakwah para pendahulu yang penuh dengan kedamaian dan kearifan lokal.

Perjalanan spiritual ini dipimpin langsung oleh Iwan Handoko, salah satu perangkat Pemerintah Desa Kedungwonokerto yang memiliki atensi besar terhadap pengembangan karakter kepemudaan, didampingi oleh Ketua Karang Taruna, Koko Gayuh.

Kehadiran representasi pemerintah desa dalam rombongan ini menegaskan adanya sinergi yang harmonis antara birokrasi desa dengan elemen pemuda dalam menciptakan program-program yang bervariasi selama bulan suci.

Dalam arahannya sebelum keberangkatan, Iwan Handoko menekankan bahwa keterlibatan aktif pemuda dalam ziarah ini merupakan langkah penting untuk membentengi moralitas generasi penerus di tengah gempuran modernitas yang kian masif, dengan harapan mereka mampu mengambil teladan dari kegigihan para wali dalam menyebarkan kebajikan.

Destinasi pertama dalam rangkaian safari ini adalah makam Sunan Bonang di Tuban, di mana para peserta diajak untuk menyelami kembali pemikiran Raden Makdum Ibrahim yang dikenal piawai dalam menggunakan pendekatan seni dan budaya sebagai sarana dakwah.

Atmosfer kekhusyukan semakin terasa saat rombongan melanjutkan perjalanan menuju makam Syeikh Asmoroqondi, ayahanda dari Sunan Ampel, yang juga berlokasi di wilayah Tuban.

Di titik ini, para pemuda Kedungwonokerto melakukan pembacaan tahlil dan doa bersama, memohon keberkahan bagi kemajuan desa serta penguatan iman di sisa bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan.

Sebagai puncak sekaligus penutup dari rangkaian perjalanan ziarah tersebut, rombongan bertolak menuju Kabupaten Gresik untuk mengunjungi makam Syeikh Maulana Malik Ibrahim.

Sebagai tokoh yang dianggap sebagai sesepuh Wali Songo, keteladanan Maulana Malik Ibrahim dalam bidang sosial dan perdagangan menjadi materi diskusi ringan yang mengalir di sela-sela kegiatan ziarah, memantik daya kritis pemuda mengenai pentingnya kemandirian ekonomi yang berlandaskan syariat.

Koko Gayuh selaku Ketua Karang Taruna mengungkapkan bahwa momentum Ramadhan 1447 H ini menjadi tonggak bagi organisasinya untuk terus bertransformasi menjadi wadah yang tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan intelektual demi kemaslahatan masyarakat Desa Kedungwonokerto di masa depan.

Alfan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *