Pekalongan, Fspkep.id ITak ada yang mampu menebak jalan takdir. Kisah hidup Kuswanto, pemuda asal Desa Kretek Lor, Jambidan, Bantul, Yogyakarta, menjadi bukti bahwa pertemuan jodoh bisa hadir dari peristiwa yang tak terduga.
Sekitar 31 tahun lalu, Kuswanto mengalami kecelakaan yang menyebabkan jari tangannya terluka. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari. Namun, di balik musibah itu, tersimpan berkah yang mengubah perjalanan hidupnya.

Di Pekalongan, ia dipertemukan dengan Rumdiyah, gadis asal Bubak, Kebonagung, yang dikenal sebagai sosok sederhana, cantik, dan berhati lembut. Dengan penuh ketulusan, Rumdiyah membantu merawat Kuswanto selama masa pemulihan tanpa mengharap imbalan.
Kepedulian yang tumbuh dari rasa kemanusiaan itu perlahan berkembang menjadi kedekatan emosional. Seiring waktu, benih-benih cinta pun tumbuh, hingga akhirnya keduanya dipersatukan dalam ikatan pernikahan.
“Saya tidak pernah menyangka, dari sebuah musibah justru Allah mempertemukan saya dengan jodoh terbaik dalam hidup saya,” ungkap Kuswanto mengenang masa lalu.
Kini, kehidupan pasangan tersebut telah berubah menjadi kisah penuh kebahagiaan. Kuswanto mengaku sangat bersyukur atas perjalanan hidup yang ia jalani bersama Rumdiyah.
“Saya merasa sangat bersyukur dan bahagia. Kami sudah dikaruniai dua orang anak. Keduanya telah menyelesaikan pendidikan sarjana dan kini sudah bekerja, masing-masing di rumah sakit swasta dan di kantor cabang,” tambahnya.
Kisah Kuswanto dan Rumdiyah menjadi inspirasi bahwa ketulusan, kesabaran, dan kepedulian mampu melahirkan kebahagiaan yang abadi. Dari sebuah luka, lahir sebuah keluarga yang harmonis dan penuh rasa syukur.






















Zainudin
Kisah yang luar biasa
Salam juang, Kawan!