dr. Andre Yulius, MH: Pers Sehat Adalah Fondasi Bangsa yang Kuat dan Berdaulat

SIDOARJO, Fspkep.id – Memperingati momentum bersejarah Hari Pers Nasional yang jatuh pada setiap tanggal 9 Februari, tokoh kesehatan sekaligus pakar hukum medik, dr. Andre Yulius, MH, menyampaikan pesan reflektif bagi seluruh insan pers di penjuru Nusantara.

Dengan mengusung tema besar “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, dr. Andre menekankan bahwa jurnalisme yang berkualitas merupakan elemen vital yang bertindak sebagai penjaga nalar publik sekaligus motor penggerak kemajuan nasional di tengah dinamika global yang kian kompleks.

Dalam pandangannya, terminologi “Pers Sehat” memiliki makna yang sangat mendalam dan multidimensi.

Menurut dr. Andre, kesehatan sebuah lembaga pers tidak hanya diukur dari aspek stabilitas finansial perusahaannya semata, melainkan dari kejernihan dan akurasi konten yang diproduksi.

Ia mengibaratkan informasi sebagai asupan nutrisi bagi pikiran masyarakat.

jika informasi yang dikonsumsi publik terkontaminasi oleh berita bohong atau provokasi, maka ketahanan mental bangsa akan melemah.

Oleh karena itu, kehadiran pers yang kredibel menjadi sangat krusial untuk menangkal dampak buruk disinformasi yang kian masif di era digital saat ini.

Lebih lanjut, dr. Andre mengaitkan peran media dengan kedaulatan ekonomi bangsa. Ia berpendapat bahwa pers yang profesional memiliki kemampuan luar biasa dalam membentuk ekosistem ekonomi yang transparan dan akuntabel.

Melalui pemberitaan yang edukatif mengenai kebijakan fiskal, perlindungan terhadap pelaku UMKM, hingga pengawasan terhadap praktik investasi ilegal, pers berperan aktif dalam membangun kepercayaan pasar.

Pers yang sehat secara tidak langsung membantu masyarakat membuat keputusan ekonomi yang cerdas, yang pada akhirnya akan memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia di mata dunia.

Di sisi lain, dr. Andre juga menyoroti tantangan berat yang dihadapi jurnalis di tengah arus disrupsi teknologi. Ia menyadari bahwa tekanan kecepatan informasi seringkali berbenturan dengan prinsip ketelitian.

Namun, ia menegaskan bahwa integritas dan kode etik jurnalistik harus tetap menjadi panglima. Bangsa yang kuat hanya dapat terwujud jika fondasi informasinya dibangun di atas kebenaran, bukan sekadar mengejar sensasi atau jumlah klik.

Bagi beliau, jurnalisme yang sehat adalah bentuk pengabdian nyata bagi kesehatan demokrasi di Tanah Air.

Sebagai penutup dari pernyataannya, dr. Andre Yulius menyampaikan apresiasi dan rasa hormat yang setinggi-tingginya kepada seluruh jurnalis yang terus berjuang menyampaikan kebenaran, bahkan dalam situasi yang penuh risiko. Ia berharap momentum Hari Pers Nasional ini menjadi ajang bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung ekosistem media yang lebih sehat dan sejahtera.

Dengan sinergi yang baik antara pers, pemerintah, dan masyarakat, dr. Andre optimis Indonesia akan tumbuh menjadi bangsa yang lebih tangguh, berdaulat secara ekonomi, dan memiliki martabat yang kuat di kancah internasional.

(Alfan)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *