Teater Rakyat WADAS Kembangkan Empat Pilar Psikososial dan Manajerial Peserta

Pasuruan, Fspkep.id | Relawan Wadah Asah Solidaritas (WADAS) Bung Wisnu menyampaikan pernyataan terkait pelaksanaan kegiatan Teater Rakyat yang digelar pada 14–17 Februari 2026. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi ruang ekspresi seni, tetapi juga sarana penguatan kapasitas psikososial dan manajerial peserta.

Menurut Bung Wisnu, terdapat empat poin besar yang dikembangkan dalam proses Teater Rakyat tersebut.

“Kalau dilihat dari prosesnya, secara psikososial ada empat poin besar yang digarap dan dikembangkan untuk para peserta,” ujarnya.

Suasana Narasumber Bung Indro Koordinator Wadas Memberikan Materi

Poin pertama adalah kreator, yakni bagaimana peserta mampu menciptakan sesuatu yang baru dari pengalaman hidup sehari-hari. Dari pengalaman tersebut, peserta didorong untuk mengolah realitas menjadi karya kreatif yang melahirkan gagasan dan ekspresi baru.

Poin kedua adalah planner. Pada tahap ini, peserta dilatih merencanakan ide dan gagasan yang telah muncul agar dapat dieksekusi secara terarah dan sistematis.

Selanjutnya, poin ketiga adalah organizer. Peserta belajar menata dan mengelola apa yang telah direncanakan agar dapat ditampilkan secara optimal. Kemampuan organisasi menjadi kunci agar ide tidak berhenti pada konsep, melainkan dapat diwujudkan dalam aksi nyata.

Adapun poin keempat adalah aktor, yakni tahap eksekusi. Pada fase ini, peserta berperan langsung merealisasikan seluruh perencanaan menjadi pertunjukan yang utuh.

“Empat poin ini, baik secara psikososial maupun manajemen dalam konteks gerakan, harus selalu ada. Melalui Teater Rakyat ini, kita coba kembangkan dan ternyata kawan-kawan mampu,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bung Wisnu menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi ruang pembebasan diri dari tekanan, sekaligus wadah eksplorasi potensi yang dimiliki peserta, baik di tingkat PUK maupun di lingkungan masyarakat sekitar.

Ia berharap PUK dapat memberikan peluang lanjutan bagi peserta yang telah mengikuti pelatihan untuk terus mengembangkan kapasitasnya. “Ini sangat strategis. Harapannya, setelah pelatihan ini, ada ruang pengembangan di tingkat PUK agar potensi yang sudah tumbuh tidak berhenti di sini,” pungkasnya.

Kegiatan Teater Rakyat ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan gerakan berbasis kreativitas, solidaritas, dan pengorganisasian yang lebih terstruktur di lingkungan serikat maupun masyarakat.

[Redaksi]

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *