Partai Buruh Datangi Kantor PBB, Desak Perdamaian Gaza dan Tolak Indonesia Masuk Board of Peace

Jakarta, Fspkep.id | Partai Buruh menggelar aksi unjuk rasa damai di Kantor Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia (UN Resident Coordinator Office), Menara Thamrin, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (30/1). Aksi ini menjadi pernyataan sikap politik buruh Indonesia atas krisis kemanusiaan di Gaza sekaligus dukungan terhadap hak rakyat Palestina untuk merdeka.

Aksi yang berlangsung tertib tersebut menegaskan bahwa perjuangan buruh tidak semata-mata soal upah dan hubungan industrial, melainkan juga menyangkut nilai-nilai kemanusiaan universal dan penolakan terhadap segala bentuk penjajahan.

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menegaskan bahwa gerakan buruh tidak akan tinggal diam ketika kemanusiaan diinjak-injak oleh kekerasan dan agresi.

“Aksi hari ini adalah suara solidaritas kemanusiaan dari buruh Indonesia. Buruh bukan hanya bicara soal upah dan pekerjaan, tapi juga bicara soal nilai. Kami menolak penjajahan, menolak kekerasan, dan berdiri bersama rakyat yang tertindas,” tegas Said Iqbal.

Dalam orasinya, Said Iqbal menyampaikan tiga tuntutan utama yang menjadi sikap resmi Partai Buruh dalam merespons konflik Gaza.

Pertama, Partai Buruh menyatakan dukungan terhadap penguatan peran PBB sebagai lembaga internasional yang memiliki mandat menjaga perdamaian dunia, mencegah konflik, serta melindungi hak asasi manusia.

Menurut Said Iqbal, PBB harus menjalankan mandat tersebut secara tegas dan adil agar tetap relevan di tengah meningkatnya konflik global yang brutal dan tidak berperikemanusiaan.

“Kami mendukung PBB diperkuat agar benar-benar menjadi institusi perdamaian dunia, bukan sekadar simbol. Perdamaian harus ditegakkan, bukan hanya diwacanakan,” ujarnya.

Kedua, Partai Buruh secara tegas menolak rencana masuknya Indonesia ke dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP). Said Iqbal menilai langkah tersebut berpotensi menempatkan Indonesia pada posisi yang ambigu dan justru dapat mereduksi mandat kemanusiaan menjadi arena kompromi politik.

“Kami menolak Indonesia masuk ke Board of Peace (BoP). Jangan sampai perdamaian dijadikan alat legitimasi dan mengaburkan akar konflik, yaitu pendudukan dan agresi,” tegasnya.

Ketiga, aksi ini menegaskan dukungan penuh Partai Buruh terhadap kemerdekaan Palestina tanpa campur tangan Israel. Bagi Said Iqbal, kemerdekaan Palestina adalah persoalan prinsip yang sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia dan nilai-nilai kemanusiaan universal.

“Penjajahan harus dihapuskan dari muka bumi. Itu bukan hanya amanat UUD 1945, tetapi juga panggilan nurani kemanusiaan,” pungkas Said Iqbal.

Aksi damai ini menjadi penegasan bahwa gerakan buruh Indonesia menempatkan perjuangan kemanusiaan sebagai bagian tak terpisahkan dari perjuangan kelas dan politik rakyat tertindas di tingkat global.

[ Redaksi ]

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *