Jakarta, Fspkep.id | Proyek kerja sama Industrial SASK menggelar pertemuan pada 4–5 Februari 2026 yang dihadiri perwakilan dari Finlandia, termasuk Presiden Finnish Industry Union, perwakilan trade union, serta pimpinan serikat dari sektor industri. Pertemuan ini membahas perkembangan kondisi industri di Indonesia, khususnya di sektor pertambangan dan elektronik, serta laporan dari tiga federasi yang tergabung dalam proyek SASK.
Dalam pertemuan tersebut, para peserta mendiskusikan keberlanjutan kerja sama proyek SASK antara Indonesia dan Finlandia. Salah satu poin penting yang dibahas adalah adanya pengurangan pembiayaan proyek sebesar 40 persen pada tahun 2026. Meski demikian, seluruh pihak menegaskan komitmennya untuk tetap melanjutkan kegiatan kerja sama sepanjang 2026, dengan fokus pelaksanaan pada kuartal II (April–Juni).
Masing-masing federasi menyampaikan target dan rencana kegiatan. FSPKEP, sebagai salah satu federasi yang terlibat, akan memfokuskan program di wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Morowali, dan Sulawesi Selatan. Agenda utama yang akan dijalankan meliputi pendidikan dan penguatan kapasitas anggota terkait organizing, Perjanjian Kerja Bersama (PKB), just transition, serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Sebagai tindak lanjut, pertemuan lanjutan dengan pimpinan serikat dari Finlandia dijadwalkan berlangsung satu minggu setelah pertemuan ini. Hasil pembahasan juga akan disampaikan kepada sektor industri terkait dan koordinator proyek.
Pertemuan ini mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan proyek SASK di tengah tantangan pembiayaan. Penajaman fokus wilayah dan agenda pendidikan diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kerja sama serta memberikan dampak nyata bagi pekerja di sektor industri.
Selain itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Dialog Sosial yang menghadirkan Kementerian Ketenagakerjaan, KSPI, serta pengamat sosial dan kesehatan. Sementara itu, perwakilan Apindo dan Bappenas tidak hadir. Dialog Sosial tersebut mengangkat tema Just Transition dan Future of Work sebagai isu strategis dalam menghadapi perubahan dunia kerja ke depan.
FSPKEP dalam kegiatan ini diwakili oleh Bambang Surjono, Sahatr Butar-Butar, dan Rastingkem.
[Redaksi ]























Leave a Reply