Jakarta, Fspkep.id | Perwakilan FSP KEP-KSPI, Rizka Septiana, menghadiri Online Meeting Motorcycle Industry Union yang diikuti oleh beberapa negara pada Selasa (10/03/2026). Pertemuan daring tersebut membahas berbagai isu penting terkait rantai pasok industri otomotif global serta dampaknya terhadap sektor ketenagakerjaan, termasuk kondisi upah, hak-hak pekerja, dan dinamika industri yang sedang berkembang.
Dalam forum tersebut, Rizka Septiana menyampaikan sejumlah perkembangan kondisi serikat pekerja di sektor otomotif di Indonesia.

Pertama, terkait keanggotaan di sektor otomotif, hingga saat ini belum terdapat penambahan anggota baru dan masih sama seperti kondisi sebelumnya.
Kedua, kondisi serikat pekerja saat ini menunjukkan bahwa hampir seluruh PUK (Pimpinan Unit Kerja) sedang menjalani proses perundingan kenaikan upah tahun 2026. Kenaikan yang diajukan berkisar antara 5,5 hingga 8,5 persen, menyesuaikan dengan kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2026 di masing-masing daerah.
Ketiga, tantangan ke depan dalam pengorganisasian (organizing) masih cukup besar. Di sektor otomotif masih banyak perusahaan yang belum memiliki serikat pekerja. Selain itu, masuknya industri kendaraan listrik juga mulai memberikan dampak terhadap potensi pengurangan tenaga kerja di sektor tersebut.
Selain itu, Rizka juga menyoroti beberapa isu dan perhatian bersama (common issues & concern) yang dihadapi pekerja di sektor otomotif, antara lain:
- Masih banyak perusahaan yang belum memiliki serikat pekerja karena adanya intimidasi di tingkat perusahaan, khususnya pada perusahaan kecil dan menengah.
- Meningkatnya jumlah pekerja kontrak sebagai dampak dari penerapan Undang-Undang Cipta Kerja yang memberikan ruang perluasan dan perpanjangan kontrak kerja hingga lima tahun dan dapat diperpanjang kembali hingga lima tahun berikutnya, dari sebelumnya maksimal tiga tahun.
- Praktik outsourcing yang semakin meluas dan menyasar berbagai bagian pekerjaan di perusahaan.
Sebagai tindak lanjut, Rizka Septiana menegaskan komitmen organisasi untuk terus memperkuat program pendidikan bagi pengorganisasian serikat pekerja serta peningkatan kapasitas dalam perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
Pertemuan internasional ini diharapkan dapat memperkuat solidaritas serikat pekerja di sektor otomotif serta menjadi ruang berbagi pengalaman dan strategi dalam menghadapi tantangan industri global yang terus berkembang. [Redaksi]






















Leave a Reply