Gelar Teater Rakyat, FSP KEP KSPI Jatim Bersama WADAS Bangkitkan Kesadaran sebagai Manusia Pekerja

Sidoarjo, Fspkep.id I FSP KEP KSPI Provinsi Jawa Timur bersama WADAS (Wadah Asah Solidaritas) menggelar kegiatan teater rakyat bertajuk “Rakyat Bangkit Mengakui Diri Sebagai Manusia Pekerja” di Bascamp Coffee, Desa Banar, Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Senin (16/02/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi sekaligus refleksi bagi kader dan anggota serikat pekerja dalam memperkuat kesadaran kolektif serta solidaritas antarpekerja. Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum FSP KEP KSPI, Sunandar, jajaran pengurus DPD, DPC, dan PUK wilayah Jawa Timur, serta Romo Parno, Romo Wicaksono, dan Romo Aldo dari Tim WADAS.

Para pemain teater berasal dari berbagai PUK, di antaranya PUK SPKEP PT Youngtree Sidoarjo, Wing Surya Driyorejo, Adya Buana Persada Wringinanom, Sorini Agro Pasuruan, SBK PUK Primer, YKBS, KFC, KADBI, serta Tim WADAS. Mereka menampilkan pertunjukan dengan dua tema utama, yakni “Tiga Serikat” dan “PHK”, yang menggambarkan dinamika perjuangan buruh di tengah tantangan hubungan industrial.

Penonton Sangat Antusias mengikuti Agenda Teater

Dalam sambutannya, Sunandar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan teater rakyat tersebut. Menurutnya, pertunjukan dengan tema serikat dan pemutusan hubungan kerja (PHK) mampu membangkitkan semangat solidaritas dan kepedulian di kalangan anggota.

“Kegiatan ini sangat membangkitkan spirit solidaritas dan kepedulian. Teater menjadi media pendidikan yang efektif untuk memperkuat kesadaran sebagai manusia pekerja sekaligus kader organisasi,” ujarnya.

Ada Tarian Budaya Dari Pekerja Muda SPKEP PT Youngtree

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bung Wisnu dan Bung Andri dari WADAS yang telah menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran mereka semakin memperkuat kepercayaan diri kader FSP KEP dalam mengambil sikap yang benar sesuai amanah organisasi.

Melalui kegiatan ini, FSP KEP KSPI Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus membangun pendidikan kader berbasis budaya dan solidaritas, guna memperkokoh persatuan dan daya juang kaum pekerja.

[ Redaksi ]

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *