Harlah ke-9 Kopaskep Jawa Tengah: Siapkan Aksi Bergelombang, Tuntut Hapus Outsourcing dan Tolak Upah Murah

Semarang, Fspkep.id | Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Komando Pasukan Kep (Kopaskep) ke-9, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan (FSP KEP) Provinsi Jawa Tengah menggelar acara tasyakuran di Kantor Sekretariat DPD, Jalan Srirejeki Timur 8 RT 6 RW 6, Gisikdrono, Semarang Barat, Kota Semarang.

Acara yang berlangsung khidmat dan penuh semangat solidaritas ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPD, DPC, PUK se-Jawa Tengah, serta anggota Kopaskep. Turut hadir Ketua Umum FSP KEP Sunandar, Panglima Korda Kopaskep Jawa Timur Eko Windrianto, dan Pangkorcab Kopaskep Gresik Sahrul Munir.

Ketua DPD FSP KEP Jawa Tengah, Zainudin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus serta anggota yang tetap konsisten memperkuat Kopaskep sebagai pilar perjuangan organisasi.

“Momentum Harlah ke-9 ini menjadi sarana konsolidasi untuk mempersiapkan aksi bergelombang sebagaimana telah diinstruksikan oleh Dewan Pimpinan Pusat FSP KEP maupun KSPI,” ujar Zainudin.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa aksi bergelombang tersebut akan dilaksanakan di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi pada 23–30 Oktober 2025, sebagai bentuk respons terhadap kebijakan ketenagakerjaan yang dinilai merugikan buruh.

Selain itu, DPD FSP KEP Jawa Tengah juga tengah mempersiapkan Aksi Mogok Nasional yang akan melibatkan 5 juta buruh di 38 provinsi, mencakup lebih dari 300 kabupaten/kota dan 5.000 perusahaan. Aksi nasional ini dijadwalkan berlangsung pada 10 November 2025.

Adapun tuntutan utama yang akan disuarakan dalam aksi tersebut adalah:

Menghapus sistem outsourcing yang dinilai merugikan pekerja.

Menolak upah murah dengan mendesak kenaikan upah sebesar 8,5% hingga 10,5%.

Mendesak pengesahan RUU Ketenagakerjaan yang benar-benar melindungi hak-hak buruh sesuai Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168.

“Kita harus menyambut baik dan menjalankan instruksi perjuangan ini dengan semangat persatuan dan keberanian. Kemenangan hanya akan diraih oleh mereka yang terus berjuang,” tegas Zainudin.

Acara Harlah Kopaskep ke-9 ditutup dengan doa bersama dan seruan solidaritas untuk seluruh buruh di Indonesia agar tetap teguh memperjuangkan kesejahteraan dan keadilan sosial.[Slamet]

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *