Penguatan Organisasi Serikat Pekerja, Helmizan Sakrani Tekankan Pentingnya Soliditas dan Kaderisasi

CILEGON—BANTEN, Fspkep.id | Penguatan kapasitas organisasi menjadi langkah penting dalam membangun serikat pekerja yang solid, mandiri, dan mampu memperjuangkan kepentingan anggotanya. Hal tersebut menjadi salah satu poin utama dalam kegiatan “Pelatihan Capacity Building Kerjasama DPP FSP KEP KSPI Dengan IndustriALL JAF” dengan materi Penguatan Organisasi Serikat Pekerja Bagi Pengurus/Anggota yang digelar di Greenotel Cilegon, Banten, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Helmizan Sakrani, S.H., Sekretaris Jendral DPP FSP KEP KSPI sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Helmizan menekankan bahwa kekuatan sebuah serikat pekerja tidak hanya ditentukan oleh jumlah anggota, tetapi juga oleh kualitas pengurus, soliditas organisasi, serta keterlibatan aktif seluruh anggota.

Helmizan Sakrani, S.H. Sekretaris Jendral DPP FSP KEP KSPI Sebagai Narasumber

Menurut Helmizan, pengurus serikat pekerja memiliki peran strategis dalam memastikan organisasi berjalan sesuai dengan tujuan dan kepentingan bersama. Karena itu, pengurus dituntut memiliki kemampuan organisasi, pemahaman terhadap persoalan ketenagakerjaan, serta kemampuan membangun komunikasi yang efektif dengan anggota.

“Organisasi yang kuat harus dibangun dari bawah. Pengurus dan anggota harus memahami hak, kewajiban, serta tanggung jawabnya dalam organisasi. Jangan sampai anggota hanya mengetahui bahwa serikat pekerja hadir ketika terjadi persoalan,” ujar Helmizan.

Ia menjelaskan, serikat pekerja harus mampu menjadi wadah perjuangan sekaligus tempat pendidikan bagi pekerja. Anggota perlu diberikan pemahaman mengenai pentingnya berserikat, mekanisme organisasi, hak-hak pekerja, serta strategi menghadapi berbagai tantangan di dunia ketenagakerjaan.

Selain penguatan kapasitas, Helmizan juga menyoroti pentingnya kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan. Menurutnya, keberlangsungan organisasi sangat ditentukan oleh kesiapan generasi penerus yang memiliki integritas, loyalitas, kemampuan komunikasi, dan komitmen terhadap perjuangan pekerja.

“Jangan sampai organisasi hanya bergantung kepada satu atau dua orang. Kaderisasi harus berjalan. Kita harus menyiapkan pemimpin-pemimpin baru yang mampu melanjutkan perjuangan organisasi di masa depan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar pengurus dan anggota menjaga soliditas serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan internal organisasi. Dengan komunikasi yang terbuka dan kebersamaan yang kuat, berbagai tantangan organisasi dapat dihadapi secara lebih efektif.

Kegiatan yang berlangsung di Greenotel Cilegon tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas pengurus maupun anggota dalam menjalankan roda organisasi. Penguatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas organisasi sehari-hari.

Helmizan berharap seluruh peserta mampu membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh untuk memperkuat organisasi di tingkat masing-masing.

“Serikat pekerja yang kuat bukan hanya karena memiliki banyak anggota, tetapi karena memiliki anggota yang sadar berorganisasi, pengurus yang mampu memimpin, dan seluruh elemen organisasi yang bergerak bersama,” pungkas Helmizan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *