Serang – Banten, Fspkep.id | 21 Agustus 2026 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) dan Dewan Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan (DPC FSPKEP) KSPI Kota Cilegon menyepakati kerja sama untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi pekerja melalui program Kelas Karyawan dengan dukungan subsidi parsial biaya perkuliahan.
Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani pada Jumat, 21 Agustus 2026, bertempat di Ruang Rapat Gedung D Lantai 1 UNIBA. Kerja sama ini diharapkan memberikan kesempatan lebih luas bagi pekerja di Kota Cilegon dan sekitarnya untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan pekerjaan.
Melalui skema tersebut, calon mahasiswa yang mendaftar melalui rekomendasi DPC FSP KEP KSPI Kota Cilegon akan mendapatkan keringanan berupa subsidi parsial biaya perkuliahan. Sementara itu, sistem Kelas Karyawan dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan pekerja yang tetap menjalankan aktivitas kerja, termasuk mereka yang bekerja dengan sistem shift.
Pembina Universitas Bina Bangsa, Prof. Dr. H. Furtasan Ali Yusuf, mengatakan kerja sama dengan DPC FSPKEP KSPI Kota Cilegon merupakan bagian dari komitmen UNIBA dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
“Sebagai informasi, UNIBA saat ini sedang bertransformasi menuju perguruan tinggi yang unggul, dengan target pencapaian tahun 2027/2028 sebagai tahun konsolidasi. Kerja sama ini adalah wujud dari komitmen kami untuk memberikan akses pendidikan yang seluas-luasnya kepada seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Prof. Furtasan.
Menurutnya, perluasan akses pendidikan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan jumlah mahasiswa, tetapi juga dengan upaya memberikan kesempatan kepada kelompok pekerja untuk memperoleh pendidikan tinggi yang dapat mendukung pengembangan kompetensi mereka.
Bagi pekerja, keberadaan program Kelas Karyawan menjadi salah satu alternatif untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus mengesampingkan kewajiban pekerjaan. Fleksibilitas sistem perkuliahan dan dukungan subsidi diharapkan dapat mengurangi hambatan biaya maupun waktu yang selama ini dihadapi pekerja untuk melanjutkan pendidikan.
Ketua DPC FSPKEP KSPI Kota Cilegon, Rudi Syahrudin, menilai kerja sama tersebut merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pekerja.

“Peningkatan kesejahteraan pekerja tidak melulu soal upah, tetapi juga peningkatan nilai tambah dan wawasan akademik. Subsidi dari UNIBA ini sangat meringankan beban anggota kami. Ini adalah kesempatan emas bagi kawan-kawan buruh untuk meningkatkan kompetensi, baik di bidang ilmu hukum ketenagakerjaan, manajemen, maupun disiplin ilmu lainnya,” tegasnya.
Rudi menambahkan, peningkatan kompetensi melalui pendidikan menjadi semakin penting di tengah persaingan tenaga kerja yang semakin ketat, khususnya di Provinsi Banten. Menurutnya, pekerja tidak hanya membutuhkan perlindungan dalam hubungan industrial, tetapi juga perlu memiliki kompetensi dan pengetahuan yang dapat meningkatkan daya saing.
Sementara itu, Sekretaris DPC FSPKEP KSPI Kota Cilegon, Sugeng Purnomo, S.H., mendorong UNIBA agar kerja sama tersebut ke depan dapat diperluas dengan penguatan kompetensi mahasiswa melalui sertifikasi profesi.
“Kami dari serikat pekerja mendorong agar UNIBA ke depannya dapat menghadirkan program atau fasilitas Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Hal ini sangat krusial, karena di dunia kerja dan industri saat ini, sertifikasi kompetensi sangat dibutuhkan sebagai bukti sah atas keahlian spesifik yang diakui oleh perusahaan,” ujar Sugeng.
Dorongan tersebut dinilai penting agar lulusan dari kalangan pekerja tidak hanya memiliki ijazah akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang dapat dibuktikan dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.
Dengan ditandatanganinya MoU antara UNIBA dan DPC FSPKEP KSPI Kota Cilegon, kerja sama di bidang pendidikan ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas SDM pekerja. Program Kelas Karyawan dengan dukungan subsidi pendidikan juga diharapkan membuka lebih banyak kesempatan bagi pekerja untuk meningkatkan kompetensi akademik sekaligus memperkuat daya saing di dunia kerja.





















Leave a Reply