Jakarta, Fspkep.id I Dalam rangka memperingati International Women’s Day (IWD) 2026, kader FSP KEP–KSPI, Rastingkem, turut hadir dalam kegiatan diskusi dan konsolidasi yang digelar di depan Istana Negara, Jakarta, pada 9 Maret 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Konvensi ILO 190: Perlindungan Pekerja Perempuan dari Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Kerja.”
Kegiatan yang diikuti sekitar 300 peserta ini dihadiri oleh perwakilan serikat pekerja yang tergabung dalam IndustriALL Global Union dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), serta aktivis perempuan dari berbagai sektor industri. Forum ini menjadi ruang penting untuk memperkuat kesadaran bersama sekaligus mengonsolidasikan gerakan perlindungan pekerja perempuan di tempat kerja.

Dalam kesempatan tersebut, Rastingkem menegaskan pentingnya ratifikasi dan implementasi Konvensi ILO 190 sebagai instrumen internasional yang secara khusus mengatur pencegahan serta penanganan kekerasan dan pelecehan di dunia kerja, termasuk yang dialami pekerja perempuan.
Menurutnya, keberadaan Konvensi ILO 190 sangat relevan dengan kondisi pekerja perempuan di Indonesia yang masih rentan menghadapi berbagai bentuk kekerasan, diskriminasi, maupun pelecehan di lingkungan kerja.
“Konvensi ILO 190 memberikan kerangka hukum yang jelas bagi negara, pengusaha, dan serikat pekerja untuk mencegah serta menangani kekerasan dan pelecehan di dunia kerja. Ini sangat penting untuk menjamin tempat kerja yang aman, bermartabat, dan setara bagi pekerja perempuan,” ujarnya.
Rastingkem juga menekankan bahwa serikat pekerja, khususnya perempuan FSP KEP–KSPI, memiliki peran strategis dalam mendorong kesadaran kolektif serta memperjuangkan kebijakan yang lebih berpihak pada perlindungan pekerja perempuan.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat solidaritas gerakan buruh dan organisasi perempuan dalam mendorong pemerintah untuk mempercepat ratifikasi serta penerapan standar internasional yang melindungi pekerja dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan di tempat kerja.
Melalui momentum International Women’s Day, para peserta juga menyatakan komitmen untuk terus memperjuangkan tempat kerja yang aman, adil, dan bebas dari kekerasan bagi seluruh pekerja, khususnya perempuan di sektor industri.






















Leave a Reply