Gema Tayub Kembali Membahana, Eks PG Watoetoelis Hidupkan Memori “Buka Giling” Lewat Pasar Kangen

SIDOARJO, Fspkep.id – Kerinduan masyarakat di sekitar eks Pabrik Gula (PG) Watoetoelis terhadap keriuhan tradisi syukuran buka giling akhirnya terbayar tuntas. Setelah absen selama hampir satu dekade sejak pabrik berhenti beroperasi pada tahun 2017, pelataran bersejarah tersebut kembali dipadati warga dalam balutan acara bertajuk “Pasar Kangen Watoetoelis”.

​Acara ini bukan sekadar pasar malam biasa. Penyelenggara berhasil mengemas tradisi lama dengan sentuhan elegan yang membangkitkan nostalgia masa kejayaan pabrik gula. Puncaknya, kehadiran Kesenian Tayub yang sudah lama tidak terdengar di lokasi ini, sukses menyedot perhatian ribuan pasang mata.

Antusiasme masyarakat terhadap acara Gebyar Pasar Kangen

Mengobati Rindu yang Terpendam

​Bagi warga setempat, bunyi gamelan dan tarian Tayub adalah simbol rasa syukur dan kemakmuran yang dulu rutin digelar setiap tahun menjelang musim giling tebu. Sejak tahun 2017, kemeriahan itu seolah lenyap ditelan sepi.

​”Rasanya seperti kembali ke masa lalu. Dulu setiap tahun kami menunggu momen ini. Melihat Tayub kembali tampil di sini benar-benar mengobati rasa kangen kami pada suasana PG Watoetoelis yang dulu,” ujar Dina salah satu pengunjung Pasar Kangen

Kemasan Elegan dan Hiburan Rakyat

​Selain Tayub yang menjadi sajian utama, acara ini juga dimeriahkan dengan:

  • Pasar Kangen: Deretan stan yang menyajikan jajanan tradisional, menghidupkan kembali denyut ekonomi lokal.
  • Hiburan Jaranan: Atraksi seni jaranan yang energik menambah semarak suasana, memberikan hiburan bagi generasi muda sekaligus melestarikan budaya lokal.
  • Atmosfer Heritage: Pemanfaatan arsitektur kolonial eks pabrik sebagai latar belakang panggung memberikan kesan megah namun tetap merakyat.

Kebangkitan Budaya Lokal

​Hadirnya kembali kesenian Tayub dan Jaranan di eks PG Watoetoelis ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang nostalgia sekali lewat. Pasar Kangen ini menjadi bukti bahwa meski mesin-mesin pabrik sudah berhenti berputar, semangat kebudayaan dan silaturahmi masyarakat Watoetoelis tetap menyala.

​Dengan penataan yang lebih rapi dan konsep yang menarik, kegiatan ini membuktikan bahwa aset bersejarah seperti eks PG Watoetoelis memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ruang publik dan pelestarian seni budaya di masa depan.

Alfan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *