Sidoarjo, Fspkep.id – Warga Dusun Pejantran, Desa Wonoplintahan, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, menggelar tasyakuran dan doa bersama dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah atau yang dikenal masyarakat Jawa sebagai malam 1 Suro, Selasa (16/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh seluruh warga Dusun Pejantran. Turut hadir Kepala Desa Wonoplintahan, Joko Styanggono, ST, bersama perangkat dan lembaga desa lainnya sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi serta penguatan nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Joko Styanggono menyampaikan bahwa peringatan 1 Suro bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum bagi masyarakat untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan, dan menata harapan menuju kehidupan yang lebih baik.
“Kegiatan ini mengajak masyarakat untuk memperkuat spiritualitas, melakukan introspeksi diri, serta menata harapan dan langkah kehidupan di tahun yang baru,” ujarnya.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan 1 Suro sangat relevan untuk membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis, penuh kebersamaan, dan dilandasi semangat memperbaiki diri.

“Suro adalah waktu untuk menundukkan ego, memperkuat doa, memperbaiki diri, dan menata masa depan dengan hati yang lebih bijaksana,” tambahnya.
Acara tasyakuran dan doa bersama berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Warga memanjatkan doa agar diberikan kesehatan, keselamatan, keberkahan, serta kemajuan bagi Desa Wonoplintahan dan seluruh masyarakatnya.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Dusun Pejantran berharap tradisi yang sarat makna ini dapat terus dilestarikan sebagai sarana mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Redaksi Fspkep.id





















Leave a Reply