Pertahankan Cita Rasa Klasik, Soto Mbak Lela Kembangkan Usaha Kuliner

Kendal, Fspkep.id | Soto merupakan salah satu kuliner legendaris Indonesia yang hingga kini tetap digemari masyarakat. Hampir setiap daerah memiliki karakter dan cita rasa soto yang berbeda, sebagai bagian dari kekayaan kuliner yang diwariskan secara turun-temurun.


Semangat mempertahankan cita rasa khas tersebut turut dilakukan Lailatul Maskanah. Berbekal kecintaan terhadap dunia kuliner, perempuan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) FSP KEP Jawa Tengah itu memilih menekuni usaha kuliner setelah berhenti bekerja di sebuah perusahaan plastik di Kota Semarang.


Lailatul kemudian memulai usaha Soto Mbak Lela dari rumahnya di Perumahan Bumi Plantaran Indah, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal. Berawal dari usaha sederhana, Soto Mbak Lela perlahan mendapat respons positif dari masyarakat.


Sejumlah pelanggan yang awalnya sekadar mencoba, kemudian kembali dan menjadi pelanggan tetap. Melihat tingginya minat masyarakat, Lailatul pun memperluas usahanya dengan membuka cabang kedua di kawasan pertigaan sebelum SPBU Srogo, Kecamatan Brangsong, Kendal.


Cabang tersebut menempati salah satu ruko di bagian ujung deretan pertokoan. Meski berada di lokasi berbeda, cita rasa yang ditawarkan tetap dipertahankan.


“Alhamdulillah, banyak yang cocok dengan menu yang saya sajikan. Soto Mbak Lela 1 dan Soto Mbak Lela 2 rasanya sama. Semua racikan bumbu saya sendiri. Saya lebih mengutamakan perpaduan rasa soto yang khas dengan menonjolkan bumbu rempah dan kuah yang segar. Mungkin itu yang membuatnya berbeda dengan menu soto lainnya,” ujar Lailatul saat ditemui di sela-sela kesibukannya melayani pelanggan.


Menurut Lailatul, karakter masyarakat di sekitar lokasi usaha yang mayoritas bekerja di sektor industri turut memengaruhi pola kunjungan pelanggan. Hari libur menjadi waktu yang banyak dimanfaatkan masyarakat untuk beristirahat sekaligus berburu kuliner.

Pengunjung Warung Makan Soto Mbak Lela


Dengan harga yang terjangkau, pelanggan mulai berdatangan sejak pagi. Soto menjadi salah satu pilihan untuk sarapan, terutama pada akhir pekan.


“Dengan harga terjangkau, pembeli mulai berdatangan sejak pagi. Umumnya untuk sarapan sudah banyak yang datang. Apalagi kalau weekend, Sabtu dan Minggu, pembeli harus sabar karena biasanya antre,” katanya.


Selain soto, Soto Mbak Lela menyediakan beragam lauk pendamping, antara lain sate ayam, sate telur puyuh, sate bakso, serta aneka gorengan seperti tempe, tempe mendoan dan perkedel.


Pilihan minuman juga cukup beragam, mulai dari es teh, es jeruk, teh manis hingga berbagai minuman panas dan dingin lainnya.
Konsistensi mempertahankan racikan bumbu, harga yang terjangkau, serta pilihan lauk yang beragam menjadi bagian dari strategi Lailatul dalam mengembangkan usaha kulinernya.


Dari rumah hingga membuka cabang, Soto Mbak Lela menunjukkan bahwa cita rasa tradisional masih memiliki tempat di tengah persaingan kuliner yang semakin beragam. (win)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *