Pemkab Tabalong Salurkan 350 Paket Sembako untuk Karyawan PT BBP

Tabalong, Fspkep.id | Selasa, 8 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Tabalong kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pekerja yang tengah menghadapi permasalahan ketenagakerjaan. Bupati Tabalong, Ir. H. M. Noor Rifani, S.H., S.T., M.T., secara langsung menyerahkan bantuan paket sembako kepada sekitar 350 karyawan PT BBP yang memiliki KTP Kabupaten Tabalong.


Penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Tabalong terhadap para pekerja PT BBP yang tengah menghadapi persoalan terkait hak-hak ketenagakerjaan mereka.


Dalam kegiatan tersebut, Bupati Tabalong didampingi oleh jajaran Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong. Turut hadir perwakilan Kejaksaan Negeri Tabalong yang diwakili oleh Kepala Seksi Intelijen, unsur Polres Tabalong, serta Ketua DPC FSP KEP Tabalong, Syahrul S., bersama Muhammad Riyadi, Wakil Ketua Bidang Organisasi DPC FSP KEP Tabalong.


Dalam sambutannya, Bupati Tabalong yang akrab disapa H. Fani berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat dan membantu meringankan beban para karyawan PT BBP beserta keluarganya.
“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan membantu meringankan beban kawan-kawan karyawan PT BBP. Kami juga berharap permasalahan yang sedang dihadapi dapat segera diselesaikan. Pemerintah bersama seluruh pihak terkait akan terus mengawal persoalan ini,” ujar H. Fani.

Bupati Tabalong, H. Fani Menyerahkan Sembako Kepada Pekerja PT. BBP


Sementara itu, Ketua DPC FSP KEP Tabalong, Syahrul S., menyampaikan bahwa bantuan paket sembako tersebut merupakan kali kedua yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Tabalong kepada para karyawan PT BBP yang berdomisili dan memiliki KTP Tabalong.


Menurut Syahrul, para karyawan PT BBP telah mengalami persoalan keterlambatan pembayaran gaji selama beberapa bulan. Permasalahan tersebut, kata dia, berkaitan dengan kondisi perusahaan yang asetnya dikabarkan telah disita oleh Satgas PKH.


“Kami dari FSP KEP Kabupaten Tabalong terus menyuarakan persoalan yang dihadapi oleh karyawan PT BBP kepada pemerintah, baik pihak legislatif maupun eksekutif. Kami berharap permasalahan ini tidak terus berlarut-larut dan para pekerja dapat segera memperoleh kepastian,” ungkap Syahrul.


Ia menegaskan bahwa meskipun para karyawan PT BBP bukan merupakan anggota FSP KEP, organisasi tetap memberikan perhatian dan menyuarakan persoalan yang mereka hadapi sebagai bentuk solidaritas sesama pekerja.


“Walaupun karyawan PT BBP bukan anggota FSP KEP, kami tetap bersuara. Ini adalah bentuk solidaritas terhadap sesama pekerja. Terlebih, saya juga memiliki tanggung jawab sebagai Wakil Ketua LKS Tripartit Kabupaten Tabalong, sehingga sudah menjadi kewajiban moral untuk turut menyuarakan dan membantu mencari solusi atas persoalan tersebut,” tegasnya.


Syahrul menjelaskan, perjuangan untuk mendapatkan perhatian pemerintah terhadap nasib para karyawan PT BBP telah dilakukan sejak awal pertemuan di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong. Aspirasi tersebut juga terus disampaikan dalam berbagai forum, termasuk saat Focus Group Discussion (FGD) bersama pemerintah daerah hingga Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kabupaten Tabalong.


“Kami bersyukur Bapak Bupati memberikan respons yang cepat dan menyalurkan bantuan paket sembako. Ini merupakan bantuan yang kedua kalinya diberikan kepada karyawan PT BBP yang memiliki KTP Tabalong,” katanya.


Atas perhatian dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Tabalong, Syahrul, baik secara pribadi maupun mewakili DPC FSP KEP Tabalong, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Tabalong.


“Saya secara pribadi maupun mewakili organisasi mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Tabalong atas perhatian dan kepeduliannya terhadap kami, para pekerja. Semoga persoalan yang sedang dihadapi kawan-kawan karyawan PT BBP dapat segera menemukan solusi,” pungkas Syahrul.


Penyaluran bantuan sembako ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sementara para karyawan PT BBP sekaligus menjadi bukti kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan perhatian kepada pekerja yang tengah menghadapi persoalan ketenagakerjaan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *