Biro Perempuan DPD FSP KEP Jawa Barat Konsolidasi ke DPP, Dorong Penguatan Peran Perempuan dalam Organisasi

Jakarta, Fspkep.id | Kamis, 10 September 2026 — Biro Perempuan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas, dan Umum (FSP KEP) Provinsi Jawa Barat melakukan kunjungan ke Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FSP KEP, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00 hingga 16.00 WIB tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penyampaian perkembangan kegiatan dan program kerja Biro Perempuan DPD FSP KEP Jawa Barat.

Pertemuan tersebut dihadiri jajaran DPP FSP KEP, di antaranya Sekretaris Jenderal DPP FSP KEP Helmizan Sakrani, Bambang, Rasti, dan Endang. Sementara dari DPD dan Biro Perempuan FSP KEP Jawa Barat hadir Eka Fitri, Eka Suryani, Ayu, Warsini, Azki, dan Novi.

Dalam pembukaan, Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan DPP FSP KEP menekankan pentingnya peningkatan peran perempuan dalam setiap aktivitas organisasi. Menurutnya, keterlibatan perempuan dan pekerja muda perlu terus diperkuat sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan dan keberlanjutan organisasi.

“Perempuan dan pemuda harus diberikan ruang yang lebih luas untuk terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi. Hal ini penting untuk memastikan regenerasi sehingga organisasi FSP KEP dapat terus berjalan, berkembang, dan semakin kuat,” menjadi pokok pesan dalam pembukaan pertemuan.

Sekretaris Jenderal DPP FSP KEP, Helmizan Sakrani, menegaskan bahwa keterlibatan perempuan dalam organisasi tidak boleh berhenti pada persoalan keterwakilan. Perempuan, kata dia, harus memiliki ruang yang nyata untuk berpartisipasi dan mengambil keputusan.

“Perempuan bukan hanya untuk memenuhi keterwakilan, tetapi harus terlibat dan memiliki hak dalam mengambil keputusan,” tegas Helmizan.

Ia juga menyoroti masih kuatnya budaya patriarki di Indonesia yang membuat perempuan harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan ruang dan memperjuangkan haknya. Menurutnya, kemampuan perempuan untuk menjadi pemimpin telah terbukti di berbagai sektor.

Helmizan juga menekankan pentingnya kesetaraan dalam organisasi serikat pekerja. Perempuan merupakan bagian dari anggota serikat yang memiliki kewajiban dan hak yang sama, termasuk dalam hal pembayaran iuran organisasi.

*Paparkan Program Kerja Biro Perempuan Jawa Barat*
Dalam kesempatan tersebut, Eka, selaku Wakil Sekretaris DPD FSP KEP Jawa Barat, menyampaikan perkembangan kegiatan dan program kerja Biro Perempuan DPD FSP KEP Jawa Barat.

Biro Perempuan DPD FSP KEP Jawa Barat telah terbentuk sejak Januari 2025 dengan keterwakilan masing-masing satu orang dari DPC FSP KEP se-Jawa Barat.

Sejumlah kegiatan dan kampanye telah diikuti melalui kerja sama DPP FSP KEP dengan KSPI, IndustriALL, dan JAF. Program tersebut antara lain Leadership Training, Basic Training, Kesetaraan Gender, Penyakit Akibat Kerja (PAK), serta kampanye Nol Toleransi terhadap Kekerasan dan Pelecehan di Tempat Kerja.

Selain itu, Biro Perempuan juga terlibat dalam kegiatan Rumah Buruh lintas federasi yang menjadi salah satu wadah advokasi bagi pekerja.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah program yang belum terlaksana, di antaranya pendidikan Bahasa Inggris, kewirausahaan, dan podcast. Program tersebut diharapkan dapat direalisasikan melalui kerja sama serta arahan dari DPP FSP KEP.

*Dorong Peningkatan Kapasitas dan Kemandirian Perempuan*
Ketua Bidang Pendidikan DPP FSP KEP, Bambang, turut memberikan motivasi kepada jajaran Biro Perempuan agar terus meningkatkan kapasitas dan pendidikan. Ia menyampaikan adanya kesempatan bagi perempuan untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang S2 di luar negeri melalui program beasiswa yang terbuka bagi pendaftar.

Sementara itu, Rasti, Wakil Bendahara DPP FSP KEP, memberikan sejumlah gagasan terkait pengembangan program pendidikan Bahasa Inggris dan kewirausahaan. Pendidikan Bahasa Inggris dapat dilakukan melalui tutor atau kursus berbayar yang diperuntukkan secara khusus bagi anggota.

Dalam bidang kewirausahaan, ia mendorong lahirnya usaha-usaha yang mampu menarik minat pasar, termasuk dengan memanfaatkan platform digital seperti TikTok dan media sosial lainnya sebagai sarana promosi dan pemasaran.

*Keterwakilan Perempuan di MUNAS VII Jadi Perhatian*
Dalam pertemuan tersebut, Endang turut menyoroti pentingnya peningkatan keterwakilan perempuan dalam Musyawarah Nasional (MUNAS) VII FSP KEP tahun 2026.

Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam MUNAS mendatang perlu mendapat perhatian lebih serius. Saat ini, keterwakilan perempuan dinilai masih lebih banyak terlihat dalam kepanitiaan, sementara kehadiran sebagai peserta dan bagian dari proses pengambilan keputusan perlu terus diperkuat.

Di tingkat internasional, keterlibatan perempuan FSP KEP telah menunjukkan perkembangan. Rizka Septiana tercatat sebagai anggota GMC IndustriALL Global Union, sementara Endang Wahyuningsih menjadi anggota Executive Committee IndustriALL Asia Tenggara.

Endang juga meminta Biro Perempuan DPD FSP KEP Jawa Barat untuk melakukan pembaruan data mengenai PUK yang telah membentuk Biro Perempuan maupun Biro Pekerja Muda. Data tersebut dinilai penting sebagai dasar penguatan program dan pengembangan organisasi di tingkat unit kerja.

Selain pembaruan data, percepatan realisasi program kewirausahaan dan podcast juga menjadi salah satu agenda yang diharapkan dapat segera ditindaklanjuti.

Pertemuan antara Biro Perempuan DPD FSP KEP Jawa Barat dan DPP FSP KEP tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kapasitas perempuan, serta memastikan perempuan memiliki ruang yang lebih besar dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan di lingkungan serikat pekerja.

Penguatan peran perempuan diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas organisasi, tetapi juga menjadi bagian penting dari proses regenerasi dan keberlanjutan perjuangan FSP KEP di masa mendatang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *