Mojokerto, Fspkep.id | Dampak berhentinya aktivitas industri ternyata tidak hanya dirasakan oleh para pekerja yang kehilangan mata pencaharian. Di balik ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), terdapat ekosistem ekonomi rakyat yang ikut terpukul, mulai dari pedagang pasar, warung makan, penyedia jasa transportasi, hingga pelaku UMKM yang selama ini menggantungkan hidup pada keberlangsungan industri.
Realitas tersebut terlihat saat Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengunjungi kawasan sekitar PT Pakerin di Mojokerto, Jawa Timur. Dalam kunjungan tersebut, Said Iqbal tidak hanya berdialog dengan para pekerja, tetapi juga mendengarkan langsung keluhan para pedagang pasar yang terdampak lesunya aktivitas perusahaan.
Salah satunya adalah Sudhiyono, pedagang yang telah berjualan selama tiga dekade di pasar yang menjadi tempat berbelanja para karyawan PT Pakerin.
“Yang belanja rata-rata karyawan Pakerin,” ujar Sudhiyono saat berbincang dengan Said Iqbal.
Menurutnya, ketika aktivitas perusahaan berjalan normal, roda ekonomi di pasar ikut bergerak. Para pekerja yang menerima upah rutin berbelanja kebutuhan sehari-hari sehingga transaksi di pasar berlangsung hidup. Namun kondisi berubah drastis ketika aktivitas perusahaan terganggu.
“Penjualannya menurun,” katanya. Bahkan omzet yang sebelumnya mampu mencapai Rp1 juta hingga Rp2 juta per hari kini merosot tajam.
Untuk memastikan besarnya dampak yang terjadi, Said Iqbal menanyakan kembali komposisi pembeli di pasar tersebut.
“Jadi benar-benar mayoritas pembelinya adalah pekerja Pakerin ya?” tanya Said Iqbal.
“Iya, pekerja Pakerin,” jawab Sudhiyono.
Ia memperkirakan lebih dari 80 persen pembeli di pasar tersebut merupakan karyawan PT Pakerin. Akibatnya, banyak kios mulai tutup dan aktivitas pasar yang dahulu ramai kini tampak lesu.
Di hadapan Said Iqbal, Sudhiyono berharap perusahaan dapat kembali beroperasi sehingga ekonomi masyarakat sekitar dapat bangkit kembali.
“Biar usaha para pedagang ini hidup lagi. Kalau bisa perusahaan berjalan lagi sehingga pasar kembali ramai dan transaksi jual beli bisa normal,” ujarnya.
Ia juga berharap pemerintah dapat turun tangan mencari solusi atas persoalan yang dihadapi PT Pakerin.
Menanggapi aspirasi tersebut, Said Iqbal berjanji akan menyampaikan langsung suara para pedagang kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Saran Bapak akan kami sampaikan kepada Presiden,” kata Said Iqbal.
Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo memiliki komitmen agar perusahaan-perusahaan yang masih memiliki peluang untuk beroperasi tetap dapat berjalan sehingga pekerja memperoleh penghasilan dan ekonomi rakyat tetap bergerak.
“Pak Prabowo ingin perusahaan tetap hidup, karyawannya bekerja, memiliki penghasilan, kemudian bisa membeli barang-barang yang dijual UMKM dan toko-toko kecil seperti ini,” jelasnya.
Kunjungan tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan ketenagakerjaan tidak hanya menyangkut pekerja dan perusahaan. Ketika sebuah pabrik berhenti beroperasi, dampaknya menjalar ke seluruh mata rantai ekonomi masyarakat di sekitarnya.
Pedagang kehilangan pelanggan, warung makan kehilangan pembeli, usaha kontrakan mengalami penurunan penyewa, hingga sektor transportasi lokal ikut terdampak. Karena itu, menjaga keberlangsungan industri sejatinya juga berarti menjaga kehidupan ribuan keluarga yang menggantungkan harapan pada denyut ekonomi kawasan industri.
Kisah para pedagang di sekitar PT Pakerin menunjukkan bahwa pabrik yang hidup bukan hanya menghasilkan barang, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi rakyat. Ketika mesin-mesin produksi berhenti, bukan hanya aktivitas industri yang terhenti, melainkan juga harapan dan penghidupan masyarakat yang tumbuh di sekitarnya.
Melalui kunjungan tersebut, Said Iqbal menegaskan bahwa perjuangan menyelamatkan industri pada hakikatnya adalah perjuangan menjaga keberlangsungan hidup seluruh ekosistem ekonomi rakyat.
[ Redaksi Fspkep.id ]























Leave a Reply