Kader Perempuan FSP KEP Bangun Kemandirian Ekonomi Lewat Usaha Soto Mbak Lela

Kendal, Fspkep.id | Semangat kemandirian dan ketangguhan ditunjukkan oleh Lailatul Maskanah, kader perempuan FSP KEP yang memutuskan menekuni dunia usaha kuliner setelah tidak lagi bekerja di PT Randu Garut Plastik Indonesia. Dengan membuka Soto Mbak Lela di Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Lailatul berupaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus membuktikan kemampuan dirinya sebagai aktivis serikat pekerja yang mampu berwirausaha.

Usaha kuliner yang menawarkan soto dengan harga terjangkau, yakni Rp7.000 per porsi tersebut, lahir dari kegemarannya memasak yang telah lama ditekuni. Menurut Lailatul, keputusan membuka usaha bukan hanya didorong oleh kebutuhan ekonomi, tetapi juga keinginan untuk menghadirkan kuliner yang dapat menjadi ikon daerah tempat tinggalnya.

“Saya ingin membuka usaha kuliner yang bisa menjadi kebanggaan dan ikon wilayah tempat saya tinggal. Selain itu, memasak memang sudah menjadi hobi saya sejak lama,” ujarnya.

Kehadiran Soto Mbak Lela mendapat perhatian dari Ketua Umum FSP KEP, Sunandar. Mendengar kiprah kader perempuan tersebut, Sunandar langsung melakukan kunjungan ke lokasi usaha di Kaliwungu untuk memberikan dukungan dan semangat.

Dalam wawancara dengan tim media Fspkep.id, Sunandar menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada Lailatul Maskanah yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD FSP KEP Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya, langkah yang dilakukan Lailatul merupakan contoh nyata bagaimana kader serikat pekerja dapat beradaptasi dan terus berkembang di tengah perubahan kondisi kehidupan.

“Saya merasa bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibu Lailatul Maskanah. Beliau menunjukkan bahwa kader FSP KEP tidak hanya aktif dalam perjuangan organisasi, tetapi juga mampu mengembangkan potensi diri untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga,” kata Sunandar.

Ia menambahkan bahwa semangat juang, ketangguhan, dan jiwa solidaritas yang dimiliki Lailatul akan menjadi modal penting dalam mengembangkan usahanya.

“Saya yakin dengan semangat yang tangguh dan jiwa solidaritas yang dimilikinya, beliau mampu beradaptasi di lingkungan barunya sebagai pengusaha kuliner. Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi dan contoh bagi anggota FSP KEP lainnya untuk terus berinovasi dan membangun kemandirian ekonomi,” pungkasnya.

Keberanian Lailatul Maskanah beralih dari dunia industri ke sektor usaha mikro menunjukkan bahwa kader serikat pekerja memiliki kemampuan untuk terus berkarya dan menciptakan peluang baru. Langkah tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa penguatan ekonomi keluarga dapat diwujudkan melalui kreativitas, kerja keras, dan keberanian mengambil peluang usaha di tengah masyarakat. [ Slamet ]

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *