Jakarta, Fspkep.id | Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama LO Norwegia menyelenggarakan Workshop Participatory Gender Audit (PGA) pada 5–7 Agustus 2026 di Best Western Hotel Cawang, Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama KSPI dan LO Norwegia untuk memperkuat perspektif gender dalam organisasi serikat pekerja serta mendorong terciptanya organisasi yang lebih inklusif, setara, dan responsif terhadap kebutuhan seluruh anggota.
Workshop ini diikuti oleh perwakilan perempuan dan pemuda dari berbagai federasi anggota KSPI. Selama tiga hari, peserta diajak untuk belajar, berdiskusi, dan melakukan refleksi bersama mengenai penerapan prinsip-prinsip kesetaraan gender dalam organisasi serikat pekerja, baik dalam pengorganisasian, pendidikan, kepemimpinan, maupun perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
Dari pihak LO Norwegia, kegiatan ini dihadiri oleh Olav Andersen, International Department, Nadia Shabana, Gender Consultant, serta Floro R. Francisco, Regional Consultant Asia. Kehadiran tim LO Norwegia menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran dan pertukaran pengalaman mengenai penguatan perspektif gender dalam gerakan serikat pekerja.
Workshop dibuka oleh Sekretaris Jenderal KSPI, Ramidi, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh peserta selama rangkaian kegiatan. Menurutnya, penguatan perspektif gender merupakan bagian dari upaya membangun organisasi serikat pekerja yang semakin demokratis dan mampu mewakili kepentingan seluruh anggotanya.

“Kesetaraan gender bukan sekadar isu perempuan, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun organisasi yang kuat, adil, dan mampu memberikan ruang partisipasi yang setara bagi setiap anggota,” ujar Ramidi.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi perkenalan peserta untuk membangun komunikasi, saling mengenal pengalaman, serta memperkuat jejaring antarfederasi. Suasana workshop semakin interaktif ketika Nadia Shabana, Gender Consultant LO Norwegia, memandu sesi pembelajaran dengan menggunakan metode partisipatif.
Peserta diajak terlibat secara aktif melalui berbagai bentuk interaksi, diskusi, refleksi, dan berbagi pengalaman. Pendekatan tersebut membuat proses pembelajaran tidak hanya berlangsung satu arah, tetapi memberikan ruang kepada peserta untuk menghubungkan materi dengan kondisi nyata yang dihadapi dalam organisasi serikat pekerja.
Melalui pendekatan Participatory Gender Audit (PGA), peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai konsep kesetaraan gender, tetapi juga diajak melihat sejauh mana nilai-nilai tersebut telah diterapkan dalam kebijakan, budaya organisasi, program kerja, hingga praktik sehari-hari di lingkungan serikat pekerja.
Participatory Gender Audit merupakan metode evaluasi partisipatif yang membantu organisasi mengidentifikasi praktik-praktik baik, tantangan yang masih dihadapi, serta peluang perbaikan dalam mewujudkan organisasi yang lebih inklusif. Melalui proses ini, peserta bersama-sama melakukan refleksi terhadap organisasi dan merumuskan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memperkuat integrasi perspektif gender.
Selama workshop, berbagai isu strategis turut menjadi pembahasan, antara lain peningkatan partisipasi perempuan dalam kepemimpinan serikat pekerja, penyusunan kebijakan organisasi yang responsif gender, pencegahan kekerasan dan pelecehan di dunia kerja, pengarusutamaan gender dalam proses pengorganisasian dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB), serta penguatan peran pemuda dalam membangun budaya organisasi yang inklusif.
Kegiatan ini juga menjadi ruang pertukaran pengalaman antara KSPI dan LO Norwegia mengenai bagaimana perspektif gender dapat diperkuat dalam gerakan serikat pekerja. Pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh selama workshop diharapkan dapat diterapkan oleh peserta di federasi dan organisasi masing-masing.
Workshop menghasilkan berbagai rekomendasi awal sebagai bahan tindak lanjut, di antaranya mendorong peningkatan representasi perempuan dalam struktur kepemimpinan organisasi, memperkuat pendidikan dan pelatihan gender bagi anggota, membangun mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender, serta mengintegrasikan indikator kesetaraan gender ke dalam program kerja federasi maupun konfederasi.
KSPI memandang bahwa perjuangan serikat pekerja tidak hanya berkaitan dengan peningkatan upah, jaminan sosial, dan perlindungan ketenagakerjaan, tetapi juga mencakup perjuangan mewujudkan tempat kerja dan organisasi yang menghormati kesetaraan, bebas dari diskriminasi, serta memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh pekerja.
Kerja sama KSPI dan LO Norwegia melalui Workshop Participatory Gender Audit ini menjadi bagian dari upaya membangun gerakan serikat pekerja yang semakin kuat, demokratis, inklusif, dan berkeadilan. Penguatan kapasitas perempuan dan pemuda juga diharapkan dapat melahirkan lebih banyak kader yang mampu mengambil peran dalam kepemimpinan dan perjuangan serikat pekerja ke depan.
Melalui kegiatan ini, KSPI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kesetaraan gender, kepemimpinan perempuan, partisipasi pemuda, serta terciptanya lingkungan kerja dan organisasi yang bebas dari diskriminasi dan kekerasan.





















Leave a Reply