Transformasi Industri Jangan Jadi Alasan Mengorbankan Pekerja, Indonesia Tegaskan Perjuangan Hak Pekerja di Forum IndustriALL

BANGKOK, Fspkep.id | 18–20 Oktober 2026 – Transformasi industri global tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi hak, melemahkan posisi tawar, maupun mengorbankan masa depan pekerja. Pesan tersebut mengemuka dalam Pertemuan Jaringan Serikat Pekerja Sektor Karet dan Ban yang digelar IndustriALL Global Union di Bangkok, Thailand, 18–20 Oktober 2026.


Forum internasional tersebut mempertemukan serikat pekerja dari berbagai negara untuk membahas perubahan besar yang sedang terjadi di industri karet dan ban, sekaligus merumuskan strategi bersama dalam menghadapi tekanan industri global yang semakin kompleks.


Indonesia turut ambil bagian dalam forum tersebut melalui keterwakilan SP KEP Goodyear, SRI, dan Arista Latindo. Kehadiran mereka menjadi bagian dari perjuangan serikat pekerja Indonesia untuk memastikan suara pekerja tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap proses transformasi industri.


Perkembangan teknologi, otomatisasi, digitalisasi, efisiensi produksi, restrukturisasi perusahaan, hingga perubahan rantai pasok global memang tidak dapat dihindari. Namun, perubahan tersebut tidak boleh diterjemahkan secara sepihak sebagai pembenaran untuk melakukan pengurangan tenaga kerja, menekan upah, memperburuk kondisi kerja, ataupun melemahkan peran serikat pekerja.
Industri boleh berubah, teknologi boleh berkembang, tetapi hak pekerja tidak boleh mundur.


Dalam perspektif serikat pekerja, transformasi industri harus ditempatkan dalam kerangka just transition atau transisi yang berkeadilan. Pekerja harus dilibatkan dalam proses perubahan, bukan sekadar menjadi objek dari keputusan manajemen dan pemilik modal.


Serikat pekerja juga memiliki kepentingan untuk memastikan bahwa peningkatan produktivitas dan keuntungan yang dihasilkan dari transformasi teknologi memberikan manfaat yang adil bagi pekerja. Jangan sampai keuntungan dari otomatisasi dan efisiensi hanya dinikmati perusahaan, sementara pekerja justru menghadapi ancaman kehilangan pekerjaan dan ketidakpastian masa depan.


Karena itu, penguatan perundingan kolektif, perlindungan hubungan kerja, peningkatan kompetensi pekerja, jaminan keselamatan dan kesehatan kerja, serta penghormatan terhadap kebebasan berserikat menjadi bagian yang tidak boleh dipisahkan dari agenda transformasi industri.


Keterlibatan SP KEP Goodyear, SRI, dan Arista Latindo dalam forum IndustriALL juga menunjukkan bahwa perjuangan pekerja Indonesia tidak berdiri sendiri. Persoalan ketenagakerjaan di sektor karet dan ban memiliki keterkaitan dengan dinamika industri global, sehingga dibutuhkan solidaritas dan kekuatan serikat pekerja lintas negara.


Ketika perusahaan membangun rantai produksi secara global, maka serikat pekerja juga harus membangun solidaritas secara global.


Pertemuan di Bangkok menjadi momentum penting untuk memperkuat jaringan, bertukar pengalaman, serta menyatukan strategi perjuangan dalam menghadapi perubahan industri. Serikat pekerja harus memastikan bahwa agenda transformasi tidak berhenti pada kepentingan perusahaan, tetapi juga menjamin masa depan pekerja dan keluarganya.


Bagi gerakan serikat pekerja, pesan dari forum tersebut jelas: transformasi industri harus membawa kemajuan bagi semua, bukan hanya keuntungan bagi sebagian pihak.


Pekerja bukan sekadar biaya produksi Pekerja adalah manusia, penggerak industri, sekaligus bagian penting dari keberlangsungan perusahaan. Karena itu, setiap perubahan industri harus menempatkan keadilan, perlindungan, kepastian kerja, dan kesejahteraan pekerja sebagai bagian utama dari masa depan industri.


FSP KEP memandang penguatan solidaritas serikat pekerja di tingkat nasional maupun internasional sebagai bagian penting dari perjuangan untuk memastikan transformasi industri berlangsung secara adil dan bermartabat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *