Konsolidasi DPC FSP KEP KSPI Demak, Sunandar Tekankan Penguatan Gerakan dan Ideologi Perjuangan Buruh

Demak, Fspkep.id | Dewan Pimpinan Cabang (DPC) FSP KEP KSPI Kabupaten Demak menggelar kegiatan konsolidasi organisasi bersama jajaran pengurus dan anggota pada Minggu, 10 Mei 2026, di D’Cello Cafe & Resto. Kegiatan ini dihadiri ratusan anggota sebagai bagian dari penguatan organisasi dan perjuangan serikat pekerja.

Dalam sambutannya, Sunandar menyampaikan apresiasi terhadap kinerja DPC FSP KEP KSPI Kabupaten Demak yang dipimpin Bung Poyo. Ia menilai soliditas pengurus dan dukungan anggota menjadi kekuatan utama organisasi, terutama saat momentum peringatan Hari Buruh Internasional (May Day).

Konsolidasi DPC FSPKEP Kabupaten Demak

“Dengan jumlah anggota kurang lebih 5.000 orang, organisasi harus dikelola secara baik dan matang dengan mengaktifkan seluruh pengurus DPC sesuai tugas dan tanggung jawabnya,” ujar Sunandar dalam forum konsolidasi tersebut.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan anggota DPC FSP KEP KSPI Kabupaten Demak yang hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan May Day beberapa waktu lalu. Menurutnya, kekuatan organisasi hanya dapat dibangun melalui konsolidasi yang berkelanjutan dan kedekatan dengan anggota.

Selain itu, Sunandar menegaskan bahwa ideologi perjuangan FSP KEP harus tetap konsisten berada pada garis perjuangan untuk kesejahteraan anggota.

Jajaran Perangkat DPP, DPD dan DPC FSP KEP Kabupaten Demak

“Kita harus lebih kuat dalam gerakan dan konsolidasi dengan anggota agar mereka lebih memahami dan menyadari bahwa perjuangan harus dilakukan secara bersama-sama,” tegasnya.

Dalam sesi dialog, sejumlah anggota juga menyampaikan pertanyaan terkait upaya mempertahankan serta meningkatkan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) agar lebih baik dan berpihak kepada pekerja. Pertanyaan tersebut langsung ditanggapi oleh Ketua DPP Bidang Hukum, Hubungan Industrial, dan Perjanjian Kerja Bersama, Akhmad Soleh.

Akhmad Soleh menegaskan pentingnya penguatan organisasi serta pemahaman regulasi ketenagakerjaan guna menjaga hak-hak pekerja melalui PKB yang berkualitas dan berkelanjutan. [ Red ]

One comment
Zainudin

Gerakan buruh,
tidak hanya kepentingan ekonomi,
tetapi juga suatu semangat nasionalisme antikolonial,
yang mencakup keinginan untuk merdeka,
memperoleh keadilan,
dan menunjukkan harga diri bangsa.

Pejuang tidak sekedar melawan, pejuang sejati adalah ksatria yang membangun peradaban.
Bukan hanya peradaban buruh, tapi peradaban Perlawanan buruh. Itulah peradaban yang memanusiakan manusia, meniadakan eksploitasi manusia atas manusia bangsa atas bangsa.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *